Chaerunnisa Razqya Fakhriya Hi! I'm SEO Content Writer at Woowa CRM. I have experience in SEO writing with business and tech topic.

Apa itu Prospecting: Strategi dan Tips Jitu untuk Membangun Daftar Prospek

3 min read

Apa itu Prospecting

Apa itu Prospecting? sebagai seorang pelaku bisnis, mungkin kamu sudah sering mendengar tentang istilah prospecting. Istilah ini memiliki peran penting dalam memastikan agar bisnismu tetap relevan dan mampu bersaing di pasar yang kompetitif.

Untuk itu, diperlukan strategi khusus agar proses prospecting dapat berhasil mengubah prospek menjadi pelanggan aktif, yang pada gilirannya akan meningkatkan penjualan bisnismu.

Yuk, pelajari lebih lanjut mengenai apa itu prospecting dan strategi-strategi efektif yang bisa kamu terapkan untuk mencapai kesuksesan dalam artikel ini.

Pengertian Prospecting dalam Sales

Apa itu Prospecting? Prospecting merupakan usaha perusahaan untuk memperluas jangkauan bisnisnya dengan cara mencari calon pelanggan atau prospek baru. Calon pelanggan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sales funnel, dengan harapan bisa dijadikan pelanggan aktif di masa mendatang.

Pentingnya proses prospecting terletak pada kemampuan untuk mengidentifikasi calon pelanggan yang sesuai dengan solusi yang ditawarkan oleh bisnis. Tim penjualan bertanggung jawab untuk melakukan klasifikasi terhadap prospek-prospek tersebut, menentukan apakah mereka benar-benar membutuhkan produk atau layanan yang ditawarkan oleh perusahaan.

Adanya prospek-prospek baru dalam perusahaan memberikan manfaat yang signifikan dalam jangka panjang, bahkan ketika mereka tidak langsung bertransformasi menjadi pelanggan aktif atau setelah mereka melakukan transaksi dengan perusahaan.

Langkah-langkah Memulai Prospecting Sales

Melakukan prospecting dalam dunia penjualan bisa terasa cukup sederhana. Sebagai seorang anggota tim penjualan, kamu harus mampu mengidentifikasi prospek dan leads yang paling potensial untuk pertumbuhan bisnis.

Selanjutnya, kamu juga harus memastikan bahwa prospek-prospek tersebut dapat diubah menjadi pelanggan tetap. Namun, terdapat dua perbedaan mendasar antara leads dan prospek yang sering kali belum dipahami dengan baik, yaitu:

1.Leads

Leads merujuk pada individu atau organisasi yang memiliki kebutuhan akan suatu produk atau layanan dari sebuah perusahaan, namun mereka belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang produk tersebut.

Dalam hal ini, tugas tim penjualan adalah membangun kesadaran merek untuk menarik minat dari leads. Setelah itu, mereka perlu menemukan cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan leads tersebut sehingga dapat dikonversi menjadi pelanggan aktif.

2. Prospecting

Prospecting merujuk pada leads yang sudah dihubungi dan telah menunjukkan minat untuk membeli produk atau layanan yang ditawarkan oleh tim penjualan.

Sebagai contoh, jika seseorang pemilik rumah menawarkan rumahnya yang berusia 5 tahun dengan lokasi yang strategis, pemilik rumah tersebut dapat menjadi prospek yang menarik bagi seorang agen properti.

Agen properti perlu menghubungi pemilik rumah tersebut untuk menarik minat mereka agar bersedia menjual rumahnya dengan memperkenalkan berbagai keuntungan yang ditawarkan.

Tanda dari strategi prospecting yang efektif adalah kemungkinan besar pemilik rumah tersebut sebelumnya tidak menyadari potensi keuntungan yang dapat mereka dapatkan melalui kerjasama dengan agen properti.

Bagaimana Strategi Melakukan Prospecting?

Berikut ini adalah cara-cara yang tepat untuk melakukan prospecting:

– Membuat Buyer Persona

Buyer persona merupakan representasi atau gambaran dari pelanggan ideal bagi bisnismu. Tujuannya adalah untuk menemukan prospek yang paling cocok untuk bisnismu.

Untuk membangun buyer persona, kamu bisa mengidentifikasi target prospek secara tepat. Setelah itu, mulailah pendekatan dengan cara yang lebih efisien.

– Pisahkan Prospek yang Sudah Transaksi

Langkah kedua adalah dengan memisahkan prospek yang sudah pernah melakukan transaksi dengan yang belum. Hal ini akan memudahkan tim penjualan dalam menentukan strategi pendekatan yang tepat.

Oleh karena itu, tim penjualan perlu membuat daftar kandidat prospek yang jelas. Dengan demikian, mereka dapat memprioritaskan prospek mana yang hendak didekati terlebih dahulu, baik yang berminat untuk membeli lagi maupun yang masih mempertimbangkan produk atau layanan perusahaan.

– Menjaga Hubungan Baik dengan Prospek

Ketika melakukan proses prospecting, tidak semua prospek akan langsung menerima tawaran transaksi dari kamu. Namun, bukan berarti mereka tidak akan berubah pikiran di masa mendatang dan menjadi pelanggan tetap.

Maka dari itu, penting bagi tim penjualan untuk selalu menjaga hubungan yang baik dengan prospek. Dengan cara ini, ketika mereka membutuhkan produk atau layanan yang kamu tawarkan, kamu dapat segera menindaklanjuti. Selain itu, menjaga hubungan baik dengan prospek juga dapat menjadi investasi berharga bagi perusahaan dalam mendapatkan pendapatan tambahan di masa depan.

Tips Prospecting yang Efektif

Salah satu aspek penting dalam melakukan prospecting adalah kemampuan untuk mengidentifikasi calon pelanggan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Hal ini akan membantu tim penjualan dalam menemukan prospek yang benar-benar membutuhkan produkmu.

Ketika prospek mulai tertarik untuk melakukan pembelian, mereka akan menilai nilai merek yang kamu tawarkan. Inilah yang membuka peluang bagi mereka untuk menjadi pelanggan setia. Pelanggan yang setia ini akan membantu dalam mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Berikut adalah beberapa tips untuk melakukan prospecting yang efektif dan menghasilkan pelanggan yang setia:

  1. Pelajari Kebutuhan Lead
    Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah memahami apa yang dibutuhkan oleh lead. Ini akan memudahkan dalam menjalankan lead nurturing dan pendekatan penjualan. Penting untuk diingat bahwa setiap lead memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, melakukan riset pasar yang mendetail, menetapkan target pasar dan orientasi pasar, serta melakukan segmentasi pasar sangatlah penting.
  2. Mendekati Prospek Melalui Media Sosial
    Media sosial merupakan platform digital yang dapat membantu pelanggan dalam mendapatkan informasi tentang bisnis atau produk yang mereka cari. Data menunjukkan bahwa banyak prospek B2B yang menggunakan media sosial untuk mencari informasi produk sebelum membuat keputusan pembelian. Hal ini dapat menjadi peluang bagi tim penjualan untuk mendekati prospek melalui media sosial, dengan cara membuat konten pemasaran yang menarik untuk meningkatkan kesadaran merek dan interaksi.
  3. Membuat Call List
    Call list merupakan daftar nama prospek yang perlu kamu hubungi. Dalam call list ini, kamu bisa memasukkan cold lead dan warm lead yang akan dihubungi melalui telepon. Sebelum menelepon, pastikan untuk menyiapkan skrip atau dialog yang jelas dan detail agar prospek mendapatkan informasi yang baik dan membentuk pandangan positif tentang merekmu.
  4. Personalisasi Email Marketing
    Meskipun terkesan kuno, email marketing masih merupakan strategi pemasaran yang efektif untuk mendapatkan prospek baru. Namun, penting untuk melakukan segmentasi dan personalisasi agar email marketingmu lebih efektif. Rancang dan tulislah email berdasarkan data prospek atau data pelanggan yang kamu miliki.
  5. Ajukan Rekomendasi dari Lead
    Tips terakhir adalah dengan mengajukan rekomendasi atau referensi dari lead saat melakukan proses prospecting. Dengan cara ini, kamu tidak perlu membuang waktu untuk melakukan riset pasar atau menciptakan profil pelanggan satu per satu.

Optimalkan Proses Prospecting: Kunci Sukses dalam Meningkatkan Penjualan

Dari pembahasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan proses prospecting yang efektif membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan prospek, penggunaan media sosial sebagai sarana pendekatan yang efektif, pembuatan daftar kontak yang terorganisir, personalisasi dalam pemasaran melalui email, dan memanfaatkan referensi dari prospek. Semua ini bertujuan untuk memperluas jangkauan bisnis, menarik perhatian calon pelanggan, dan akhirnya meningkatkan penjualan.

Woowa CRM adalah solusi yang tepat untuk mendukung proses ini. Dengan fitur-fitur unggulannya, seperti integrasi langsung dengan web.whatsapp untuk menangani pelanggan secara efisien, Woowa CRM membantu mengoptimalkan proses prospecting dan menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan. Dengan menggunakan Woowa CRM, kamu dapat memaksimalkan potensi bisnismu dengan memastikan tidak ada peluang prospek yang terlewatkan dan meningkatkan konversi menjadi pelanggan aktif. Woowa CRM adalah jawaban untuk meningkatkan efektivitas proses prospecting dan meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan.

Chaerunnisa Razqya Fakhriya Hi! I'm SEO Content Writer at Woowa CRM. I have experience in SEO writing with business and tech topic.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *