Chaerunnisa Razqya Fakhriya Hi! I'm SEO Content Writer at Woowa CRM. I have experience in SEO writing with business and tech topic.

14 Tips Outbound Sales Call: Rahasia Membuat Panggilan Sukses yang Memikat Pelanggan

5 min read

Tips Outbound Sales Call

Bagaimana Tips Outbound Sales Call yang sukses dijalankan oleh tim agar sukses menarik pelanggan membeli produk? Dalam dunia bisnis, kamu pasti tidak asing dengan istilah outbound call. Outbound call adalah panggilan telepon yang umumnya dilakukan oleh tim sales untuk menawarkan produk kepada pelanggan.

Tentu saja, melakukan outbound call tidaklah mudah dan seringkali menantang untuk mencapai kesepakatan penjualan. Namun, jangan khawatir! Kami telah merangkum beberapa tips sukses dalam menjalankan outbound sales calls hingga berhasil mendapatkan close deals.

Berikut adalah tips yang bisa kamu terapkan dalam bisnismu:

1. Jangan Takut Melakukan Panggilan

Pertama-tama, satu tips penting dalam outbound sales call adalah mengatasi rasa takut akan penolakan atau kegagalan. Ini mungkin terlihat sebagai hal mendasar, namun tidak boleh diabaikan. Rasa takut semacam itu bisa merusak motivasi tenaga sales.

Dalam kenyataannya, penolakan adalah bagian yang tak terhindarkan dari proses panggilan, terutama saat berurusan dengan orang yang mungkin tidak tertarik. Oleh karena itu, kamu harus memastikan bahwa dirimu atau perwakilan sales bisnismu tidak terpengaruh oleh ketakutan itu.

2. Gunakan Skrip sebagai Referensi

Dalam tips kedua untuk outbound sales call, kamu dapat menghemat waktu dengan menggunakan skrip sebagai panduan selama panggilan. Dengan menggunakan skrip, kamu bisa lebih mudah memimpin percakapan dan memastikan semua poin pembicaraan disampaikan dengan tepat.

3. Lakukan Riset sebagai Panduan

Sebelum melakukan panggilan, penting bagi kamu untuk melakukan penelitian terhadap prospek yang akan dihubungi. Hal ini akan memberikanmu akses ke berbagai poin pembicaraan yang dapat menarik perhatian mereka dan membangun koneksi secara instan.

Dengan menemukan informasi penting tentang prospek, kamu dapat menunjukkan kepada mereka bahwa kamu telah melakukan upaya ekstra untuk mempersonalisasi percakapan. Misalnya, kamu dapat menyebutkan hal-hal spesifik yang kamu ketahui tentang bisnis atau minat mereka, sehingga memberikan kesan bahwa kamu serius dan peduli dengan kebutuhan mereka.

Manfaat dari penelitian prospek sebelumnya adalah bahwa kamu dapat menyesuaikan pendekatan penjualanmu secara lebih efektif sesuai dengan kebutuhan dan minat spesifik dari setiap prospek.

Penelitian terhadap prospek juga dapat membantu kamu mengidentifikasi potensi masalah atau kebutuhan yang belum terpenuhi yang bisa menjadi fokus utama dalam percakalan penjualanmu.

4. Bersiap Menghadapi Keberatan Prospek

Hadirnya keberatan bukanlah akhir dari segalanya saat melakukan panggilan telepon. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk bersiap-siap dengan mengantisipasi keberatan umum yang mungkin muncul dan menyiapkan tanggapan yang efektif untuk menghadapinya.

Sebagai seorang sales, kamu harus memikirkan strategi untuk mengatasi keberatan yang paling sering dihadapi dan melatih anggota timmu untuk menghadapinya dengan percaya diri.

Menyiapkan tanggapan terhadap keberatan yang umum akan membantu kamu untuk tetap tenang dan profesional dalam menjalankan panggilan, sehingga meningkatkan kemungkinan untuk meraih kesepakatan penjualan.

Pelatihan bersama tim dalam menghadapi keberatan juga dapat meningkatkan koordinasi dan efektivitas dalam menangani situasi yang menantang selama panggilan penjualan.

5. Personalisasi Hubungan Prospek

Mendengar nama mereka sendiri memang dapat menjadi cara sederhana namun efektif untuk mempersonalisasi outbound sales calls kamu. Orang cenderung merasa dihargai ketika nama mereka disebutkan dalam percakapan.

Namun, penting untuk tetap berhati-hati agar tidak terlalu sering menggunakan nama orang tersebut. Penggunaan yang berlebihan dapat dianggap mencurigakan dan manipulatif, yang dapat merugikan upaya penjualanmu.

Memanggil prospek dengan nama mereka dapat menciptakan hubungan yang lebih akrab dan membuat mereka merasa lebih dihargai sebagai individu, bukan sekadar target penjualan.

Sebagai alternatif, kamu juga dapat mencari kesempatan untuk memperkenalkan dirimu dan meminta izin untuk menggunakan nama prospek tersebut, sehingga lebih terbuka dan menghindari kesan manipulatif.

6. Fokus pada Kebutuhan Prospek

Melakukan multitasking bukanlah praktik yang disarankan saat menjalankan outbound sales calls. Sebaliknya, kamu harus mengajak tim penjualan untuk fokus sepenuhnya dan menghilangkan segala gangguan agar mereka dapat mendengarkan dengan seksama.

Hal ini penting karena bahkan detail terkecil yang disampaikan oleh prospek dapat menjadi informasi penting yang mendukung proses penjualan di kemudian hari.

Fokus sepenuhnya saat melakukan panggilan penjualan akan membantu kamu untuk menangkap setiap informasi yang diberikan oleh prospek, sehingga memungkinkan untuk menyesuaikan pendekatan penjualan secara lebih efektif.

Menghilangkan gangguan juga akan meningkatkan kesan profesionalisme dan perhatian terhadap prospek, yang dapat meningkatkan kemungkinan untuk meraih kesepakatan penjualan.

7. Pertahankan Nada dan Langkah yang Alami

Ketika kamu berinteraksi dengan prospek untuk pertama kalinya dalam outbound sales call, penting untuk membangun kepercayaan dari awal. Menggunakan nada bicara yang terlalu rendah atau terlalu tinggi bisa membuat prospek merasa ragu terhadapmu.

Hal ini karena orang cenderung merespons dengan baik terhadap pola bicara dan nada suara yang mirip dengan mereka. Oleh karena itu, cobalah untuk menyesuaikan pola bicara dan nada suaramu dengan prospek. Jika kamu kesulitan dalam menyesuaikan, tetaplah menggunakan nada suara yang alami dan konsisten.

Kesesuaian dalam pola bicara dan nada suara dapat menciptakan kenyamanan dan kepercayaan antara kamu dan prospek, sehingga memudahkan proses penjualan.

Memahami cara menyesuaikan pola bicara dengan prospek juga merupakan keterampilan penting dalam mengembangkan hubungan yang baik dengan pelanggan potensial.

8. Jangan Bicara Terlalu Cepat

Ketika kamu melakukan outbound sales calls, penting untuk memperhatikan waktu dengan baik. Namun, hal ini tidak berarti kamu harus terburu-buru saat berbicara di telepon.

Berbicara terlalu cepat dapat memberikan kesan putus asa atau gugup, yang dapat membuat prospek merasa bingung atau bahkan tidak dihargai. Memberikan ruang yang cukup dalam percakapan dan mengatur ritme bicara yang sesuai akan membantu kamu untuk memberikan pesan dengan jelas dan memungkinkan prospek untuk memahami dengan baik.Mengontrol kecepatan bicara juga dapat meningkatkan kesan profesionalisme dan kepercayaan dalam interaksi dengan prospek, sehingga meningkatkan peluang untuk mencapai kesepakatan penjualan.

9. Ajak Prospek Berinteraksi

Sebelum kamu memulai pembicaraan tentang penjualan produk, penting untuk membangun kesan dan hubungan yang baik dengan prospekmu. Dalam hal ini, kamu dapat berbagi pengetahuan atau menceritakan cerita singkat tentang bagaimana produkmu telah membantu orang lain.

Selain itu, kamu juga bisa membuat pertanyaan terbuka yang membutuhkan tanggapan lebih dari sekadar ya atau tidak, sehingga membantu kamu untuk tetap terhubung dengan prospekmu.

Membangun kesan dan hubungan baik sebelum memasuki pembicaraan penjualan dapat membuka pintu untuk komunikasi yang lebih efektif dan memperkuat kepercayaan prospek terhadapmu.

Penggunaan pertanyaan terbuka juga dapat membantu kamu untuk memahami lebih dalam kebutuhan dan keinginan prospek, sehingga memungkinkan untuk menyesuaikan pendekatan penjualan dengan lebih baik.

10. Bicara Tentang Mereka, Bukan Anda

Dalam melakukan panggilan keluar, penting bagi kamu untuk mengingat bahwa tujuan utamanya adalah untuk melibatkan prospek selama percakapan. Oleh karena itu, kamu perlu memfokuskan perhatianmu pada kebutuhan dan keinginan prospek, bukan pada dirimu sendiri.

Salah satu cara terbaik untuk mencapai hal ini adalah dengan mengajukan pertanyaan berbasis nilai yang relevan dengan prospek, dan kemudian memberikan jawaban yang juga berbasis pada nilai-nilai yang mereka anggap penting.

Fokus pada kebutuhan dan keinginan prospek akan membantu kamu untuk membangun hubungan yang lebih kuat dan relevan dengan mereka, sehingga meningkatkan peluang untuk mencapai kesepakatan penjualan.

Pertanyaan berbasis nilai memberikan kesempatan bagi kamu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang motivasi dan kebutuhan prospek, yang dapat membantu dalam menyusun penawaran yang lebih sesuai dan menarik bagi mereka.

11. Gunakan Bukti Sosial untuk Mempengaruhi Perilaku

Dalam tips outbound sales call berikutnya, kamu dapat memanfaatkan bukti sosial. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kepada prospek bagaimana produkmu telah membantu orang lain yang memiliki situasi serupa dengan mereka.

Selain itu, kamu juga bisa memberikan statistik dan contoh penggunaan yang relevan dengan prospek untuk menunjukkan bahwa produk atau layananmu dapat memberikan manfaat yang sama bagi mereka.

Menggunakan bukti sosial akan memberikan keyakinan kepada prospek bahwa produk atau layananmu telah terbukti memberikan hasil yang diinginkan kepada orang lain, sehingga meningkatkan kepercayaan mereka terhadapmu sebagai penjual.

Menyajikan statistik dan skenario penggunaan yang relevan akan membantu prospek untuk lebih memahami nilai dan manfaat produk atau layananmu dalam konteks yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka.

12. Tetap Di Jalur dan Terkendali

Saat memulai panggilan, kamu sebagai perwakilan sales harus menjelaskan agenda panggilan dan meminta “persetujuan” prospek terkait agenda yang telah dijelaskan.

Langkah ini akan memberikan kesan kepada calon pelanggan bahwa mereka memiliki kendali atas percakapan, sementara kamu sebagai perwakilan tetap menjadi panduan dalam proses tersebut.

Mengungkapkan agenda panggilan secara jelas pada awalnya membantu dalam membangun kepercayaan dengan prospek, karena mereka merasa dihargai dan dipersiapkan untuk pembahasan yang akan dilakukan.

Meminta persetujuan terkait agenda juga menciptakan kesan kolaboratif dalam percakapan, sehingga meningkatkan keterlibatan prospek dan memperkuat hubungan antara perwakilan sales dan prospek.

13. Biarkan Prospek Berbicara

Salah satu tips penting dalam outbound sales call adalah memastikan agar perwakilanmu memberikan kesempatan kepada prospek untuk berbicara.

Dalam hal ini, kamu perlu mengarahkan tim penjualanmu untuk tidak mengakhiri kalimat prospek. Hal ini dikarenakan menginterupsi dan membuat asumsi yang tidak sesuai dengan pengalaman atau kebutuhan mereka dapat mengakibatkan panggilan berakhir dengan cepat.

Memberikan kesempatan kepada prospek untuk berbicara akan membantu kamu untuk memahami lebih dalam kebutuhan dan keinginan mereka, sehingga memungkinkan untuk menyajikan penawaran yang lebih relevan dan menarik bagi mereka.

Membangun hubungan yang baik dengan prospek juga melibatkan kemampuan mendengarkan dengan baik, sehingga penting bagi tim penjualan untuk mempraktikkan keterampilan ini dalam setiap panggilan.

14. Tawarkan Lebih dari Satu Pilihan

Daripada meminta keputusan langsung apakah mereka ingin membeli produkmu atau tidak, kamu dapat mengubah pertanyaan ke arah menanyakan opsi produk atau layanan mana yang lebih cocok bagi mereka. Pendekatan ini akan membantu kamu untuk tetap memperoleh penjualan, apa pun pilihan yang mereka buat.

Mengarahkan pertanyaan ke opsi produk yang lebih cocok bagi prospek akan memungkinkan kamu untuk menyesuaikan penawaran dengan lebih baik sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.

Memperkenalkan pilihan produk atau layanan yang beragam juga dapat meningkatkan kesan profesionalisme dan pengetahuan tentang produk atau layananmu kepada prospek, sehingga meningkatkan kemungkinan untuk mencapai kesepakatan penjualan.

Optimalkan Outbound Sales Call dengan Menerapkan Tips dan Solusi dengan Tools CRM

Dalam pembahasan di atas, telah dibahas beberapa tips penting dalam melakukan outbound sales call. Diantaranya adalah pentingnya membangun hubungan yang baik dengan prospek, memanfaatkan bukti sosial, memberikan kesempatan kepada prospek untuk berbicara, dan mengarahkan pertanyaan ke opsi produk yang lebih cocok bagi mereka.

Woowa CRM adalah solusi yang tepat untuk mendukung pelaksanaan tips-tips tersebut. Dengan Woowa CRM, kamu dapat dengan mudah membangun hubungan yang baik dengan prospek melalui integrasi langsung dengan web.whatsapp. Selain itu, fitur bukti sosial yang terdapat dalam Woowa CRM dapat membantu kamu untuk memperkuat penawaran produk atau layananmu dengan menunjukkan testimoni atau review dari pelanggan lain. Woowa CRM juga memungkinkan kamu untuk memberikan kesempatan kepada prospek untuk berbicara melalui fitur chat yang terintegrasi.

Dengan demikian, menggunakan Woowa CRM dapat menjadi langkah yang tepat dalam meningkatkan efektivitas outbound sales callmu, dengan mengoptimalkan proses komunikasi dan manajemen hubungan dengan prospek serta pelanggan.

Chaerunnisa Razqya Fakhriya Hi! I'm SEO Content Writer at Woowa CRM. I have experience in SEO writing with business and tech topic.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *