Azril Arrasyid Ilham Hi, I loves to write, trying to help people to understand about business, technology, and online marketing in the most convenient way.

Pengertian Metode Forecasting Untuk Kepentingan Bisnis Anda

3 min read

Metode Forecasting

Apa itu metode forecasting atau ramalan penjualan? Baca penjelasan lengkapnya di blog Woowa CRM!

Bagi sebagian pelaku usaha, khususnya usaha kecil dan menengah, menentukan jumlah produk yang akan dihasilkan merupakan hal yang sangat membingungkan.

Jika terlalu banyak produksi, saya khawatir tidak laku, bahkan merugi, jika produksi kecil dan permintaan tinggi, pembeli akan kecewa dan penjualan akan semakin menurun.

Untuk memperkirakan pemakaian suatu produk agar dapat diproduksi dalam jumlah yang tepat, Anda perlu mengenal metode forecasting atau peramalan penjualan.

Pengertian Metode Forecasting / Peramalan Penjualan

Metode forecasting / peramalan penjualan adalah metode perencanaan dan pengendalian produksi.

Selanjutnya, peramalan juga didefinisikan sebagai alat perencanaan yang efektif dan efisien.

Misalnya memprediksi tingkat permintaan suatu produk atau memprediksi harga daging sapi saat Lebaran, dll.

Biasanya kegiatan peramalan ini dilakukan oleh bagian pemasaran, sehingga hasilnya sering disebut sebagai peramalan permintaan.

Hasil ini kemudian digunakan sebagai informasi untuk menentukan aktivitas perusahaan.

Data dari hasil forecasting campaign sering digunakan untuk memperkirakan volume permintaan pelanggan.

Hal ini menyangkut ketepatan jumlah produk yang akan diproduksi.

Produktivitas memegang peranan yang sangat penting dalam menjalankan bisnis.

Pengusaha dapat mengurangi biaya dengan menyesuaikan volume produksi.

Tujuan & Fungsi Perkiraan (Forecasting)

Kemampuan prediksi atau prediktif dapat dilihat pada saat pengambilan keputusan. Keputusan yang baik adalah keputusan yang didasarkan pada pertimbangan apa yang akan terjadi ketika keputusan itu dilakukan (Ginting, 2007).

Menurut Heizer dan Render (2009:47), perkiraan atau forecasting mempunyai tujuan sebagai berikut:

a. Meninjau kebijakan perusahaan saat ini dan sebelumnya, dan pahami sejauh mana dampaknya di masa depan.

b. Estimasi diperlukan karena ada jeda waktu atau penundaan antara pengembangan kebijakan perusahaan dan implementasinya.

c. Memperkirakan adalah dasar bagi perusahaan untuk mempersiapkan bisnis mereka untuk meningkatkan efektivitas perencanaan bisnis.

Pola Data Produk dalam Metode Forecasting

Berikut adalah pola data produk dalam metode peramalan atau ramalan penjualan:

  • Data pola musiman. Pola ini bergerak berulang kali, seringkali dipengaruhi oleh cuaca dan faktor manusia seperti hari libur.
  • Data mode konstan. Dalam mode ini, data bergerak secara stabil di sekitar rata-rata. Pola ini cenderung terjadi dalam jangka pendek hingga menengah.
  • Data pola tren. Pola ini dapat dilihat ketika data cenderung meningkat atau menurun dari waktu ke waktu. Pola ini dipengaruhi oleh faktor budaya, perubahan pendapatan, dan perubahan demografi. 

Jenis Model Forecasting

Adapun jenis model dalam metode forecasting yaitu:

1. Jenis model rata-rata bergerak (moving averages model)

Jenis model rata-rata bergerak ini merupakan model data yang menggunakan data permintaan baru untuk memprediksi masa depan, yang dapat dinyatakan sebagai berikut:

Rata – rata bergerak n Periode =  (∑(permintaan dalam n-periode terdahulu))/n

2. Jenis model rata-rata bergerak terbobot (weighted moving averages model)

Model rata-rata pergerakan tertimbang ini adalah tipe yang lebih responsif karena melibatkan data tertimbang untuk periode berikutnya.

Jenis model ini dapat dinyatakan sebagai berikut:

Weighted MA (n) = (∑(pembobot untuk periode permintaan aktual periode n))/(∑(pembobot))

3. Jenis model pemulusan eksponensial (exponential smoothing model)

Jenis model pemulusan eksponensial dapat dinyatakan sebagai berikut:

Ft = Ft-1 + α (At-1 – Ft-1)

Ft-1 adalah nilai prediksi beberapa waktu lalu atau t-1. At-1 adalah nilai aktual satu periode yang lalu. Akhirnya α adalah konstanta pemulusan (smoothing constant).

Indikator untuk Validasi Jenis Model forecasting

Seluruh formula di atas kemudian akan melalui tahap validasi menggunakan beberapa metrik.

Metrik ini termasuk Male Absolute Deviation (MAD), Mean Square Error (MSE), Mean Absolute Percent Error (MAPE), Tracking Signal, dan Moving Range.

Ada dua jenis metode peramalan: peramalan kualitatif dan peramalan kuantitatif. Peramalan kualitatif mengacu pada pembuatan perkiraan menggunakan opini deskriptif dan analisis.

Sedangkan, peramalan kuantitatif adalah peramalan yang terkait dengan perhitungan matematis.

Beberapa metode peramalan yang umum digunakan diperkenalkan di bawah ini.

Metode Forecasting Kuantitatif

Berikut adalah seperangkat metode peramalan kuantitatif:

1. Time Series

Metode deret waktu atau time series adalah metode peramalan yang menghubungkan hubungan antara variabel dependen (variabel yang dicari) dengan variabel independen atau variabel yang mempengaruhinya dan kemudian menghubungkannya dengan waktu, minggu, bulan atau tahun.

Jadi dalam metode time series, variabel yang dicari adalah waktu.

Untuk menggunakan metode peramalan ini, Anda dapat menghitungnya menggunakan smoothing, Jenkins boxing, atau proyeksi tren dengan regresi.

2. Metode Kasual (Sebab Akibat)

Metode peramalan kuantitatif yang kedua adalah pendekatan kausal atau kausal.

Metode ini didasarkan pada hubungan antara variabel yang diestimasi dengan variabel lain yang mempengaruhi. Namun, variabel tersebut tidak dalam bentuk waktu.

Untuk menghitung atau memprediksinya, Anda bisa menggunakan metode regresi dan korelasi, metode input-output, atau metode ekonometrika.

3. Metode Forecasting Kualitatif

Metode peramalan kualitatif ini lebih subjektif daripada kuantitatif.

Hal ini dikarenakan metode peramalan kualitatif dipengaruhi oleh emosi, pendidikan, intuisi, pengalaman peramal, sehingga hasilnya akan berbeda pada setiap individu.

Meski begitu, metode kualitatif mendekati tingkat akurasi pada data riil dibandingkan dengan metode lainnya.

Untuk teknik atau metode peramalan kualitatif sebagai berikut:

1. Survei pasar

Metode ini dilakukan dengan cara menjaring opini atau pendapat konsumen yang mempengaruhi rencana pembeliannya selama periode pengamatan.

Survei dapat dilakukan melalui penyebaran kuesioner, wawancara tatap muka atau telepon.

2. Juri dari opini eksekutif

Cara menerapkan pendekatan ini adalah dengan mengumpulkan input atau masukan dari sekelompok manajer pemasaran, manajer produksi, manajer teknik, manajer keuangan, dan manajer logistik, kemudian menggabungkan hasilnya dengan model statistik.

3. Gabungan tenaga penjualan

Seperti namanya, pendekatan ini menggabungkan setiap penjual dan mereka kemudian memperkirakan tingkat penjualan di wilayah masing-masing, yang pada akhirnya digabungkan di tingkat provinsi dan nasional.

4. Metode Delphi

Metode Delphi sebenarnya mirip dengan metode kuisioner, untuk itu kuisioner perlu disebarluaskan, namun jawaban dari kuisioner yang terkumpul akan disederhanakan terlebih dahulu, kemudian diserahkan kepada ahli untuk diramalkan.

Keuntungan dari metode ini adalah hasilnya akurat dan profesional, tetapi kelemahannya adalah membutuhkan banyak waktu untuk meringkas hasil melalui kuesioner.

Ini adalah beberapa metode peramalan yang dapat Anda gunakan. Peramalan atau peramalan penting untuk perencanaan dan pemantauan kegiatan produksi produk dan jasa.

Mempermudah untuk memajukan karir Anda. Untuk memudahkan Anda mengelola inventaris, Jurnal memiliki fitur inventaris.

Oleh karena itu, metode peramalan merupakan kegiatan penting dalam bisnis. Kegiatan peramalan semacam ini sangat berguna untuk memantau kegiatan produksi perusahaan barang dan jasa.

Hasil kegiatan peramalan tersebut dapat menginformasikan keputusan produksi dan bahkan pemasaran. Keputusan yang baik adalah keputusan yang didasarkan pada pertimbangan tentang apa yang akan terjadi di masa depan.

Kesimpulan

Metode forecasting / peramalan penjualan merupakan metode perencanaan dan pengendalian produksi. Dengan adanya metode forecasting, mampu membantu dalam meninjau kebijakan perusahaan saat ini dan sebelumnya, dan pahami sejauh mana dampaknya di masa depan.

Untuk membantu kebutuhan tersebut, Anda dapat menggunakan aplikasi Woowa CRM.

Woowa CRM merupakan Aplikasi CRM yang dibuat dengan tujuan memudahkan dalam pelayanan customer service dan tim marketing/sales terkait supaya lebih cepat, mudah, dan tepat sehingga bisa membantu mempermudah dalam dalam mencapai kesuksesan dalam peramalan penjualan. Aplikasi ini juga sudah terintegrasi dengan WhatsApp yang merupakan aplikasi chat bisnis yang familiar dan banyak digunakan masyarakat Indonesia.

Selain itu, aplikasi ini juga telah digunakan oleh 3000+ pengguna lebih dalam memajukan layanan bisnis mereka. Tertarik untuk info lebih lanjut, Anda dapat klik tombol di bawah ini. Semoga bermanfaat!

Azril Arrasyid Ilham Hi, I loves to write, trying to help people to understand about business, technology, and online marketing in the most convenient way.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *