Chaerunnisa Razqya Fakhriya Hi! I'm SEO Content Writer at Woowa CRM. I have experience in SEO writing with business and tech topic.

Panduan Lengkap Bisnis Model Canvas: Kupas 9 Komponen Strategis dan Contohnya!

7 min read

Bisnis Model Canvas

Sebelum memulai suatu usaha, setiap perusahaan memiliki suatu kerangka atau struktur yang merinci bagaimana mereka akan menjalankan operasional bisnisnya. Rangkaian struktur ini lebih dikenal dengan sebutan bisnis model canvas.

Dalam bisnis model canvas, terdapat informasi terkait proposisi nilai yang ditawarkan, saluran komunikasi atau pemasaran yang akan digunakan, serta strategi perusahaan untuk menghasilkan pendapatan. Keseluruhan elemen ini membentuk dasar kerangka kerja yang mendasari kesuksesan bisnis.

Bisnis model canvas juga dapat digunakan sebagai alat untuk memahami model bisnis pesaing. Untuk melakukannya, kamu perlu memetakan kekuatan bisnis dalam sembilan komponen penting yang dijelaskan dalam model ini.

Untuk memahami lebih lanjut mengenai konsep bisnis model canvas, kamu dapat mengeksplorasi informasi lebih lanjut dalam artikel ini. Artikel ini memberikan wawasan mendalam mengenai cara mengembangkan dan menerapkan bisnis model canvas sebagai landasan strategis untuk menjalankan operasional perusahaan.

Apa itu Bisnis Model Canvas?

Dalam menyusun strategi bisnis, banyak perusahaan menggunakan alat yang dikenal sebagai bisnis model canvas. Alat ini memainkan peran penting dalam menggambarkan konsep konsumen, infrastruktur, dan aspek keuangan yang terlibat selama menjalankan bisnis.

Basis dari konsep bisnis model canvas terbentuk dari ide-ide individu yang memiliki pandangan serupa terhadap isu tertentu dalam perusahaan. Ide-ide ini kemudian disatukan untuk mencapai kesimpulan sebagai solusi terhadap permasalahan yang dihadapi.

Umumnya, model bisnis ini direpresentasikan dalam tabel yang terdiri dari sembilan elemen utama. Setiap individu yang terlibat memiliki kesempatan untuk menyumbangkan ide mereka dalam mengisi setiap elemen sebelum presentasi final.

Proses pengembangan bisnis yang ditunjukkan oleh model kanvas ini terlihat relatif sederhana. Elemen-elemen yang saling beririsan memudahkan interpretasi, memungkinkan perusahaan untuk dengan cepat menerjemahkannya dalam konteks bisnis mereka.

Mengapa menggunakan Business Model Canvas?

Dari perspektif yang telah dijelaskan, bisnis model canvas memegang peran kunci dalam merancang strategi perusahaan. Melalui model kanvas ini, kamu dapat memahami aspek-aspek apa saja yang perlu diperhatikan saat menjalankan bisnis, baik dalam skala besar maupun kecil.

Beberapa alasan penting untuk menerapkan bisnis model canvas meliputi:

  • Memetakan alur model bisnis yang akan kamu operasikan.
  • Mengeksplorasi model bisnis baru, baik untuk bisnis yang baru dimulai atau yang sudah berjalan.
  • Menggunakan kanvas sebagai alat untuk beralih dengan lancar antara model bisnis “Jelajahi” dan “Eksploitasi.”

9 Komponen Penting yang Harus Ada Dalam Bisnis Model Canvas

Sebelum seseorang membuat Bisnis Model Canvas, terdapat sembilan poin krusial yang harus dimasukkan dalam model bisnisnya. Poin-poin kunci ini mencakup:

1.Customer Segments

Bagian terpenting dalam Bisnis Model Canvas adalah menentukan segmen pelanggan yang akan menjadi target bisnis. Beberapa aspek perlu diperhatikan, seperti:

a. Customer Jobs

Poin ini dirancang untuk memahami informasi terkait target pelanggan, seperti keinginan, permasalahan yang ingin mereka selesaikan, dan kebutuhan produk.Pertanyaan yang relevan meliputi:

  • Apa pekerjaan fungsional yang ingin pelanggan selesaikan?

  • Apa pekerjaan sosial yang ingin dilakukan pelanggan?

  • Pekerjaan emosional apa yang ingin pelanggan selesaikan?Apa kebutuhan dasar yang ingin pelanggan penuhi?
b. Customer Gain

Komponen customer gain mencakup manfaat atau nilai yang diharapkan oleh pelanggan dari produk atau layanan, baik dari segi fungsionalitas, sosial, emosional, maupun penghematan biaya.Pertanyaan relevan meliputi:

  • Apakah pelanggan menghemat waktu, uang, atau usaha?

  • Apa hasil akhir yang diinginkan pelanggan?

  • Apa yang dicari pelanggan (desain, harga, atau fitur lengkap)?
c. Customer Pain

Selain kelebihan, perlu juga mengevaluasi hal negatif yang dihindari oleh pelanggan. Hal ini dapat diwujudkan dalam komponen customer pain, termasuk emosi negatif, biaya tidak diinginkan, situasi dan risiko selama atau setelah pekerjaan selesai.Pertanyaan yang relevan meliputi:

  • Berapa harga yang dianggap mahal oleh pelanggan?

  • Seberapa besar waktu, modal, dan usaha mempengaruhi penentuan harga?

  • Apa penyebab ketidaknyamanan, perasaan buruk, gangguan, frustasi, dan sebagainya?

  • Bagaimana solusinya jika fitur tidak berfungsi, performa buruk, atau masalah lainnya?

  • Apa tantangan yang sering dihadapi pelanggan?

  • Apa risiko atau ketakutan yang menghantui pelanggan?
Dengan memprioritaskan jawaban yang paling relevan, pemilik bisnis dapat mengetahui kelemahan atau ketakutan pelanggan. Informasi ini dapat digunakan untuk menciptakan produk sebagai solusi bagi semua masalah yang dihadapi pelanggan.

2. Value Proposition

Bagian kedua dari Bisnis Model Canvas yang perlu kamu perhatikan adalah Value Proposition. Value proposition ini merinci keunggulan produk yang akan kamu tawarkan dan manfaat apa yang akan didapatkan oleh target pelanggan dari produk tersebut.

Value proposition juga berperan sebagai daya tarik produk yang kamu tawarkan kepada pelanggan. Oleh karena itu, penting untuk menjelaskan dengan jelas keunggulan yang membedakan produkmu dari pesaing di pasar.

Beberapa poin yang perlu kamu sebutkan dalam value proposition meliputi:

  • Produk dan Layanan: Tulis dengan rinci semua keunggulan yang dimiliki oleh produkmu. Pastikan nilai-nilai ini relevan dengan kebutuhan pelanggan, sehingga dapat membangun ikatan emosional dengan mereka di masa depan.
  • Pain Relievers: Kemampuan untuk menjelaskan bahwa hanya produkmu yang benar-benar memahami dan mampu mengurangi penderitaan pelanggan. Sehingga, produkmu menjadi solusi yang unik untuk masalah yang mereka hadapi.
  • Gain Creators: Gambarkan dengan jelas keuntungan yang akan dirasakan oleh pelanggan setelah menggunakan produkmu. Kamu perlu meyakinkan mereka bahwa produk yang kamu tawarkan akan memberikan nilai tambah yang signifikan.

Dengan menguraikan value proposition secara komprehensif, kamu dapat membangun fondasi yang kuat untuk menjelaskan mengapa produkmu layak diperhatikan oleh pelanggan dan bagaimana produk tersebut dapat memberikan nilai tambah yang berarti bagi mereka.

3. Channels

Dari namanya, “channels” di sini merujuk pada saluran atau media yang akan kamu gunakan untuk mempromosikan atau mengirimkan produk kepada pelanggan. Hanya melalui saluran yang tepat, pesan tentang produkmu akan mencapai pelanggan dengan efektif.

Karenanya, penting untuk memilih saluran yang sering atau umum digunakan oleh pelanggan. Sebagai contoh, media sosial dengan banyak pengguna aktif bisa menjadi pilihan yang baik. Atau, memilih logistik terbaik untuk mengirimkan produk kepada pelanggan dapat menjadi strategi yang efisien.

4. Revenue Streams

Pada tahap keempat dalam Bisnis Model Canvas, kamu perlu memahami betapa pentingnya Revenue Streams. Inilah titik kritis di mana organisasi memperoleh pendapatan dari pelanggan. Kamu harus merancang strategi terbaik untuk memastikan arus pendapatan yang berkelanjutan, melibatkan pertimbangan keuangan, produk, dan kinerja di dalamnya. Beberapa pertanyaan strategis yang mungkin ingin kamu pikirkan meliputi:

  • Apakah pelanggan akan membayar satu kali saja?
  • Apakah perusahaan memiliki model biaya berlangganan bulanan?
  • Mungkin kamu menawarkan produk secara gratis dengan harapan sebagian pelanggan akan meng-upgrade ke versi berbayar?

5. Key Resources

Key Resources mengacu pada sumber daya yang akan terlibat dalam menghasilkan Value Proposition kamu. Ini melibatkan elemen-elemen seperti penyediaan bahan baku, pengelolaan stok barang, manajemen sumber daya manusia, dan pengaturan proses operasional. Dalam kategori ini, kamu memiliki:

  • Fisik: termasuk gedung, kendaraan, mesin, dan jaringan distribusi.
  • Intelektual: mencakup merek, pengetahuan spesialis, paten, dan hak cipta.
  • SDM: melibatkan orang-orang yang menjadi aset utama, terutama dalam industri kreatif atau pengetahuan yang intensif.
  • Keuangan: mencakup jalur kredit, saldo tunai, dan lainnya.

6. Customer Relationship

Elemen Customer Relationship mencakup upaya perusahaan untuk membina hubungan dan ikatan dengan pelanggan. Menjaga hubungan dengan pelanggan tidaklah mudah karena setiap pelanggan memiliki karakteristik yang berbeda. Setelah hubungan terjalin, penting untuk memantau secara ketat agar mereka tidak beralih ke pesaing.

7. Key Activities (Aktivitas yang Dijalankan)

Key Activities adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan untuk menghasilkan produk berkualitas. Elemen ini memegang peran penting dalam mewujudkan Value Proposition yang diinginkan untuk produk tersebut. Kategori-kategori utama aktivitas termasuk produksi, pemecahan masalah, dan pengelolaan platform/jaringan.

8. Key Partnership

Key Partnership memainkan peran penting dalam mengelola aliran barang atau layanan dalam bisnis kamu. Posisi ini memiliki dampak signifikan terhadap kelancaran operasional, menghubungkan elemen-elemen seperti ekonomi, pengurangan risiko, akuisisi sumber daya, dan aktivitas lainnya.

9. Cost Structure

Tidak hanya mencakup aspek teknis, Bisnis Model Canvas juga mengatur masalah finansial yang akan memengaruhi operasional bisnis. Kamu perlu memetakan dan memastikan bahwa biaya yang dikeluarkan sejalan dengan value propositions bisnis. Pada bagian ini, kamu harus menentukan biaya yang paling signifikan dan krusial setelah menetapkan Key Resources, Key Partnership, dan Key Activities.

Bagaimana Cara Membuat Bisnis Model Canvas?

Setelah mengetahui setiap poin dan komponen yang terdapat dalam Bisnis Model Canvas, langkah selanjutnya adalah membuatnya sendiri. Proses ini melibatkan beberapa tahapan yang perlu dipertimbangkan dengan cermat.

Persiapan

Sebelum memulai, penting untuk belajar dari pesaing. Pilih beberapa pesaing dan analisis model bisnis mereka. Dengan informasi ini, kamu akan mendapatkan wawasan mendalam tentang kebutuhan pelanggan dan sejauh mana mereka bersedia membayar. Hal ini membantu memahami bagaimana kebutuhan pelanggan dipenuhi di seluruh industri, bukan hanya pada perusahaan tertentu. Informasi ini juga memberikan wawasan tentang bagaimana bisnis lain, bahkan yang sangat sukses, berhasil menciptakan keberadaan mereka di pasar.

Dengan informasi ini, langkah berikutnya adalah memetakan bisnis secara keseluruhan. Tetapkan kriteria sejelas mungkin agar dapat dipahami oleh semua pihak dalam waktu singkat.

Hubungkan Tiap Komponen

Setiap proposisi nilai harus terkait dengan segmen pelanggan dan aliran pendapatan. Hubungkan setiap poin pada elemen Bisnis Model Canvas yang memiliki relevansi satu sama lain. Jika terdapat beberapa segmen pelanggan, gunakan warna yang berbeda untuk membedakannya. Ini mempermudah melihat apakah setiap segmen memiliki proposisi nilai dan aliran pendapatan.

Fokus pada Kondisi Saat Ini

Jangan campur adukkan ide untuk masa depan dengan situasi saat ini, dan hindari pencampuran departemen yang berbeda. Jika bekerja di organisasi besar, mungkin terdapat berbagai proposisi nilai dan model bisnis. Mintalah departemen yang berbeda untuk memetakan model bisnis mereka sendiri untuk perbandingan.

Evaluasi

Periksa keterkaitan setiap segmen pelanggan dengan proposisi nilai dan aliran pendapatan. Pastikan bahwa semua di sisi kiri kanvas mendukung sisi kanan kanvas. Pertimbangkan untuk memberikan penilaian kinerja model bisnis (skala 0: buruk hingga 10: sangat baik) dengan mempertimbangkan pertanyaan berikut:

  • Seberapa besar biaya peralihan yang mencegah pelanggan beralih?
  • Seberapa scalable model bisnis Anda?
  • Apakah model bisnis Anda menghasilkan pendapatan berulang?
  • Apakah Anda menghasilkan pendapatan sebelum mengeluarkan biaya?
  • Seberapa banyak pekerjaan yang dapat dilakukan oleh orang lain?
  • Apakah model bisnis memberikan perlindungan bawaan dari persaingan?
  • Pada struktur biaya apa model bisnis Anda didasarkan?

Contoh Bisnis Model Canvas

1. Disney

Disney, sejak penciptaan karakter kartun Mickey Mouse, telah memperluas popularitasnya melalui lima segmen bisnis utama: Jaringan Media, Taman dan Resor, Hiburan Studio, Produk Konsumen, dan Interaktif. Bisnis model canvas Disney mencerminkan dedikasinya untuk memenuhi kebutuhan beragam pelanggan.

  • Customer Segment: Individu, keluarga, dan anak-anak.
  • Value Propositions: Penyedia hiburan dan informasi terkemuka di dunia, menciptakan cerita dan pengalaman kelas dunia untuk setiap anggota keluarga.
  • Channels: Saluran TV, anak perusahaan dan mitra, media sosial, bioskop, industri musik, situs web, daring, berita, taman dan resor.
  • Customer Relationships: Membangun hubungan berbasis keamanan, kesopanan, pertunjukan, dan efisiensi melalui pengalaman pengguna, kesadaran merek, komunitas pengguna, selebritas, dan lainnya.
  • Revenue Streams: Penjualan merchandise, pendapatan film, iklan, tiket masuk taman, langganan.
  • Key Resources: Aset fisik dan intelektual seperti kepemilikan intelektual, jaringan media, portofolio merek, hiburan studio, dan kesadaran merek.
  • Key Activities: Kreasi konten, branding, pemasaran, lisensi, operasi, dan riset pasar.
  • Key Partners: Seniman, investor, pemasok, selebritas, mitra, media, dan produser.
  • Cost Structure: Administratif dan operasional, gaji, pemasaran, pengembangan konten, teknologi, akuisisi, dan legal.
  • Competitors: CBS, Time Warner Inc, Lionsgate, Sony Pictures, Netflix.

2. Apple

Model bisnis Apple berfokus pada penjualan produk dan penyediaan layanan melalui langganan. Penjualan produk utama seperti iPhone, iPad, Apple Watch, dan MacBook menyumbang sebagian besar pendapatan. Apple juga menawarkan layanan berlangganan melalui Apple TV+, Apple Fitness+, Apple Music, iCloud+, dan Apple Arcade.

  • Customer Segments: Pembeli produk berdasarkan kualitas, harga, dan merek, serta pelanggan berlangganan layanan Apple TV+, Apple Fitness+, Apple Music, iCloud+, dan pengembang aplikasi dan musik di App Store atau iTunes.
  • Value Propositions: Produk berkualitas tinggi, terfokus pada kinerja, stabilitas, dan privasi. Integrasi yang mulus antara produk dan layanan Apple.
  • Channels: Situs web, Apple Store, toko pihak ketiga, perusahaan telekomunikasi, reseller.
  • Customer Relationships: Media sosial, layanan pelanggan, Apple Store, situs web, sistem operasi, dan komunitas setia.
  • Revenue Streams: Penjualan produk, layanan berlangganan, App Store dan in-app purchases, potongan persentase lisensi, biaya lisensi.
  • Key Resources: Nama merek dan pengakuan, paten, karyawan, dan tim manajemen.
  • Key Activities: Inovasi, desain dan manufaktur, pemasaran dan penjualan, layanan pelanggan, dan branding.
  • Key Partners: Pemasok perangkat keras, penyedia perangkat lunak, investor/pemegang saham, dan perusahaan telekomunikasi.
  • Cost Structure: Manufaktur dan distribusi, gaji, pemasaran, biaya pemeliharaan platform, biaya pemrosesan pembayaran, dan manajemen dan administrasi.
  • Competitors: Samsung, Dell, HP.

Mulai Buat Bisnis Model Canvas Anda untuk Kelola Bisnis Lebih Baik!

Dalam melihat bisnis model canvas dari perusahaan-perusahaan seperti Disney dan Apple, terlihat betapa pentingnya struktur yang baik untuk menghadapi kompleksitas industri modern. Faktor-faktor seperti segmen pelanggan, nilai proposisi, sumber daya kunci, dan kemitraan strategis memainkan peran krusial dalam keberhasilan suatu bisnis.

Woowa CRM, sebagai aplikasi Customer Relationship Management (CRM), dapat menjadi solusi yang sangat relevan untuk membantu perusahaan membangun dan mengelola hubungan dengan pelanggan. Dengan kemampuannya untuk terintegrasi langsung dengan web.whatsapp, Woowa CRM memberikan keunggulan dalam penanganan pelanggan melalui platform pesan populer ini.

  1. Customer Segments: Woowa CRM dapat membantu kamu mengidentifikasi dan mengelola segmen pelanggan dengan lebih efektif, memastikan bahwa setiap kelompok pelanggan mendapatkan perhatian yang sesuai.
  2. Value Propositions: Dengan fitur-fitur canggihnya, Woowa CRM dapat memberikan nilai tambah yang signifikan dalam meningkatkan pengalaman pelanggan, termasuk pelacakan riwayat percakapan, automasi pesan, dan analisis data pelanggan.
  3. Channels: Woowa CRM memperluas saluran komunikasi dengan pelanggan melalui web.whatsapp, meningkatkan aksesibilitas dan interaksi dengan cara yang lebih efisien.
  4. Customer Relationships: Aplikasi ini membantu dalam membangun dan memelihara hubungan dengan pelanggan melalui manajemen percakapan yang terpusat dan efisien.
  5. Key Resources: Woowa CRM menjadi sumber daya kunci dalam menangani pesan-pesan dari pelanggan dengan cepat dan efektif, memastikan respons yang cepat dan pelayanan yang lebih baik.

Dengan Woowa CRM, kamu tidak hanya memiliki alat manajemen pelanggan yang kuat tetapi juga keunggulan dalam penanganan pesan melalui platform WhatsApp. Dengan fitur-fitur yang canggih, Woowa CRM membantu bisnismu tetap terhubung dengan pelanggan, meningkatkan efisiensi, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Jangan lewatkan peluang untuk memaksimalkan potensi pelanggan dan meningkatkan produktivitas bisnismu dengan Woowa CRM hari ini!

Chaerunnisa Razqya Fakhriya Hi! I'm SEO Content Writer at Woowa CRM. I have experience in SEO writing with business and tech topic.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *