Chaerunnisa Razqya Fakhriya Hi! I'm SEO Content Writer at Woowa CRM. I have experience in SEO writing with business and tech topic.

+5 Strategi Cold Calling dan Perbedaanya dengan Warm Calling

3 min read

Strategi Cold Calling

Cold calling adalah teknik terkenal untuk meningkatkan penjualan. Teknik ini berfokus untuk mendapatkan perhatian pelanggan potensial yang tidak tertarik dengan produk Anda melalui telepon.

Ini tidak sama dengan Warm calling, di mana calon pelanggan menunjukkan minat pada produk Anda. Dengan cara ini, mereka dapat dengan mudah didekati atau dibujuk untuk menjadi pelanggan.

Cold calling adalah tantangan yang sulit, dan tenaga penjualan harus dapat menarik perhatian pelanggan untuk mendengarkan penawaran produk. Oleh karena itu, tidak jarang penjualan ditolak oleh prospek yang dihubungi.

Dalam artikel ini, kita akan membahas cara menangani penolakan prospek, strategi untuk promosi yang sukses, dan perbedaan antara pitching dan hot pitching. Silakan dan cari tahu lebih lanjut di komentar di bawah.

Apa Itu Cold Calling?

Cold Calling adalah upaya untuk membuat panggilan penjualan yang tidak valid.

Bahkan jika panggilan dijawab dan orang lain berbicara dan merespons dengan baik, percakapan sering berakhir dengan pernyataan bahwa mereka tidak tertarik dengan tawaran Anda.

Meskipun terdengar kuno untuk mendengus di tengah kemajuan teknologi, perusahaan B2B kelas atas masih menggunakan teknologi ini. Mereka ingin lebih dekat dengan pelanggan potensial.

Apa itu Warm Calling?

Selain Cold Calling, Anda mungkin juga mendengar istilah “Warm Calling” dalam penjualan. Warm Calling adalah upaya prospek atau calon pelanggan yang menyatakan minatnya pada bisnis atau layanan Anda.

Tidak seperti Cold Calling yang memanggil prospek dari daftar tanpa mengetahuinya, Anda dapat membuat panggilan hotline setelah Anda mendapatkan petunjuk atau informasi dari kampanye pemasaran. Dengan Warm Calling, Anda bisa mendapatkan informasi lebih lanjut tentang klien potensial.

Informasi ini memungkinkan Anda untuk dengan mudah membuat metode kustom yang dirancang khusus untuk mereka.

Apa Perbedaan Cold Calling vs Warm Calling?

Warm calling adalah saat Anda menjangkau calon pelanggan yang telah menyatakan minatnya pada bisnis atau layanan Anda. Sambil dingin menelepon klien potensial tanpa mengetahui apa-apa tentang mereka.

Namun pada dasarnya kedua strategi tersebut melibatkan pemanggilan prospek. Dalam hal pemasaran jarak jauh, Anda tidak akan memiliki informasi tentang keterlibatan prospek sebelumnya. Anda mungkin mendapatkan detail kontak mereka dari suatu tempat, tetapi tidak tahu apakah mereka tertarik untuk menjadi klien Anda.

Ini berbeda dengan hot call, yang terjadi setelah calon pelanggan menunjukkan minat awal pada merek atau kampanye pemasaran Anda. Ketertarikan ini terlihat dari aktivitas mereka seperti:

  • Komentar di posting LinkedIn Anda
  • Hadiri webinar
  • Isi formulir penjualan
  • Berinteraksi dengan konten iklan berbayar Anda

+5 Strategi Cold Calling yang Efektif untuk Anda lakukan

Seperti dibahas sebelumnya, dibutuhkan mental baja untuk membuat cold calling. Jika mereka menyerah begitu saja, Anda menghentikan bagian pertama dari upaya penjualan Anda untuk mencapai kesepakatan.

Agar tidak melewatkan kesempatan untuk menutup transaksi besar, cobalah 7 strategi cold calling yang efektif berikut ini:

1. Lakukan riset

Riset kepemimpinan adalah bagian terpenting sebelum memulai panggilan aneh. Tanpa riset, Anda akan kesulitan untuk menyampaikan suatu produk. Melalui penelitian, Anda akan mengetahui persona seperti apa yang dilihat oleh calon pelanggan. Karena itu, mudah untuk menentukan metode terbaik saat menghubunginya.

2. Buat poin-poin yang ingin dibicarakan

Buat catatan dengan poin atau petunjuk yang ingin Anda diskusikan dengan prospek. Tapi Anda tidak harus terlihat membaca catatan. Panggilan telepon harus sealami mungkin sehingga calon klien tidak bosan.

3. Gunakan kalimat pembuka yang efektif

Pembukaan kalimat sangat penting saat memulai percakapan. Selain itu, cold calling dapat dengan mudah diputus kapan saja. Kalimat pembuka adalah apakah calon pelanggan ingin terus mendengarkan penjelasan yang diberikan atau bahkan mengakhiri panggilan. Jadi, siapkan kalimat pembuka yang sopan dan cobalah terdengar ramah dan menyenangkan untuk menyampaikan energi positif kepada calon klien.

4. Sikap percaya diri

Yesware melaporkan bahwa 80% pemasar penjualan gagal dalam panggilan penjualan karena mereka tidak percaya diri dan ragu-ragu untuk menawarkan produk/layanan. Ini adalah tantangan cold calling terbesar. Untuk membangun kepercayaan diri, Anda harus siap berkomunikasi dengan pengetahuan produk yang memadai.

5. Tanyakan Inti Permasalahan

Calon pelanggan yang tidak membuat kesepakatan akhir sering kali memiliki pertanyaan atau keraguan tentang produk Anda. Tanyakan langsung apa masalahnya dan jelaskan secara detail. Ajukan pertanyaan dengan cara yang sopan, seperti “Izinkan saya meluangkan waktu 5 menit untuk menjelaskan produk kami.” Ini akan membuat Anda terlihat lebih profesional.

6. Siapkan kalimat penutup

Tujuan utama dari telemarketing adalah untuk mendapatkan pelanggan baru. Artinya Anda harus meyakinkan calon pelanggan untuk menjadi pelanggan dengan menjelaskan manfaat atau benefit yang akan Anda dapatkan dari produk Anda. Jadi pastikan untuk menyiapkan pernyataan penutup untuk meyakinkan calon klien Anda untuk membuat kesepakatan.

7. Pantang menyerah

Seperti disebutkan sebelumnya, panggilan yang tidak dikenal dapat dengan mudah ditolak. Jadi jika tidak berhasil, jangan mudah menyerah dan terus berusaha.

Implementasikan Cold Calling yang Efektif Sekarang!

Bisnis sering menggunakan cold calling untuk menarik pelanggan potensial yang bahkan tidak tertarik dengan apa yang ditawarkan. Meski begitu, dengan menggunakan teknik di atas, beberapa orang berhasil menarik mereka sebagai pelanggan. Anda juga dapat fokus pada hal yang sama dengan lebih mudah dengan aplikasi CRM.

Woowa CRM menyediakan aplikasi CRM yang terintegrasi dengan WhatsApp yang memudahkan dalam melakukan pengelompokan pelanggan dengan pemberian label “cold calling” dan “warm calling”. Dengan pengelompokan tsb, tentunya dapat dengan mudah mensortir banyaknya pelanggan yang ada di WhatsApp Anda yang kemudian melakukan strategi cold calling seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Selain itu, Woowa CRM juga dilengkapi fitur-fitur lainnya seperti quick chat, blast message, cek ongkir dsb. Woowa CRM telah dipercaya lebih dari 3000+ pengguna untuk mengelola pemasaran, penjualan, dan meningkatkan hubungan pelanggan mereka. Tertarik untuk informasi lebih detail? Anda dapat klik tombol di bawah ini.

Chaerunnisa Razqya Fakhriya Hi! I'm SEO Content Writer at Woowa CRM. I have experience in SEO writing with business and tech topic.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *