Proses Consumer Decision Making merupakan langkah-langkah yang dilalui oleh kamu sebagai konsumen dalam memilih produk yang akan kamu beli. Tahapan ini meliputi pengenalan masalah, pencarian informasi produk, evaluasi alternatif, pengambilan keputusan, dan evaluasi pasca pembelian.
Setiap tahap dalam proses keputusan konsumen ini memiliki peran yang sangat penting. Oleh karena itu, sebuah bisnis perlu memberikan pelayanan terbaik pada setiap tahapannya guna mempengaruhi kamu sebagai pelanggan agar memilih untuk membeli produk mereka.
Nah, apa saja tahapan-tahapan tersebut dan faktor-faktor yang memengaruhi keputusanmu sebagai pelanggan dalam melakukan pembelian? Yuk, temukan jawabannya secara lengkap pada artikel berikut ini!
Apa itu Consumer Decision Making?
Dalam Consumer Decision Making, kamu sebagai konsumen melakukan proses pengambilan keputusan dengan mengidentifikasi, mengumpulkan informasi, dan mengevaluasi alternatif yang tersedia. Dalam hal ini, perusahaan dapat membantu kamu membuat keputusan yang bijaksana dengan menyediakan informasi yang relevan dan menawarkan beberapa pilihan.
Namun, sebelum itu, penting bagi bisnis untuk mempelajari proses pengambilan keputusan konsumen ini. Hal ini akan membantu bisnis memahami kebutuhan dan keinginanmu sebagai konsumen.
Misalnya, mengapa kamu akhirnya memutuskan untuk membeli suatu produk tertentu dan mengapa kamu memilih merek tersebut dari berbagai pilihan yang ada. Mengetahui latar belakang pengambilan keputusanmu yang melibatkan proses yang cukup panjang ini sangat penting. Hasil dari riset ini dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun strategi pemasaran dan penjualan yang lebih efektif di masa depan.
3 Jenis Consumer Decision Making
Dalam Theory of Buyer Behavior yang dikemukakan oleh John Howard dan Jagdish Sheth, terdapat tiga jenis pengambilan keputusan konsumen yang perlu kamu ketahui, yaitu sebagai berikut:
1. Extensive Problem Solving (EPS)
EPS terjadi ketika kamu sebagai konsumen menemukan kategori produk baru atau ingin membeli produk yang sebelumnya tidak terlalu kamu kenal. EPS juga mencerminkan situasi di mana kamu ingin membeli produk yang termasuk dalam kategori mahal. Kurangnya pemahaman dan pengalaman mengenai produk ini membuat kamu ragu untuk melakukan pembelian.
Pada kondisi ini, kamu akan menghabiskan banyak waktu untuk mencari informasi dan kriteria terbaik guna membuat keputusan. Kamu mungkin merasa tidak yakin dan seringkali bingung dengan banyaknya pilihan yang ada. Proses pembelian pada tahap ini membutuhkan waktu yang relatif lama, seperti saat membeli rumah atau mobil.
2. Limited Problem Solving (LPS)
Pada kondisi LPS, kamu sebagai calon pelanggan sudah memiliki pandangan yang jelas tentang apa yang kamu inginkan dari suatu produk sehingga kamu telah memiliki kriteria pengambilan keputusan pembelian. Biasanya, kamu sudah memiliki pengalaman terkait produk yang akan kamu beli dan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai produk tersebut. Meskipun sudah mengetahui, kamu mungkin masih kesulitan memutuskan model atau merek yang sebaiknya kamu pilih dan mana yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.
Pencarian informasi yang kamu lakukan pada tahap ini akan lebih sedikit dibandingkan dengan tahap sebelumnya. Kamu akan membandingkan produk untuk menentukan merek terbaik, lalu segera melakukan pembelian tanpa memakan waktu yang lama seperti pada proses EPS. Kondisi ini sering dialami saat membeli kosmetik atau pakaian.
3. Routinized Response Behavior (RRB)
Pada tahap pembelian dengan proses RRB, kamu sudah melakukan pembelian hampir setiap hari tanpa mempertimbangkan secara mendalam. Biasanya, pengambilan keputusan semacam ini terjadi pada produk-produk yang bergerak cepat atau produk kemasan yang sudah dikenal dengan baik dan sering digunakan atau dikonsumsi olehmu.
Kamu sudah tahu merek mana yang akan kamu pilih dan langsung melakukan pembelian karena sudah menjadi rutinitasmu. Akibatnya, penawaran menarik dari merek pesaing tidak akan dipertimbangkan olehmu pada tahap ini.
5 Tahapan Proses Consumer Decision Making?
Berikut adalah penjelasan tentang tahapan-tahapan dalam proses pengambilan keputusan konsumen:
1. Pengenalan (Brand Awareness)
Tahap pertama dalam proses pengambilan keputusan konsumen adalah pengenalan. Pada tahap ini, kamu menyadari adanya kebutuhan yang perlu dipenuhi. Kebutuhan ini dapat muncul baik dari faktor internal, seperti kebutuhan fisiologis atau emosional, maupun dari faktor eksternal, seperti iklan atau rangsangan lingkungan. Penting bagi kamu untuk mempengaruhi konsumen pada tahap ini dengan fokus pada rangsangan eksternal, seperti melalui kampanye brand yang komprehensif melalui berbagai saluran komunikasi. Tujuannya adalah agar konsumen mengenal dan mempercayai brand kamu.
2. Mencari Informasi (Research)
Setelah menyadari kebutuhan, langkah selanjutnya adalah mencari informasi. Pada tahap ini, konsumen akan mencari jawaban atas kebutuhan mereka. Salah satu sumber informasi yang paling umum digunakan adalah mesin pencari seperti Google. Sebagai pengusaha, kamu perlu memastikan bahwa brand kamu terlihat oleh konsumen yang sedang mencari informasi terkait kebutuhan mereka. Kamu dapat menciptakan berbagai jenis konten yang relevan dan menarik bagi calon konsumen. Selain itu, memanfaatkan media sosial dan strategi pemasaran online juga dapat membantu menjangkau konsumen yang lebih luas.
3. Proses Pertimbangan (Consideration)
Pada tahap ini, konsumen telah melakukan penelitian dan mulai mempertimbangkan pilihan-pilihan yang tersedia. Mereka akan mengevaluasi berbagai faktor objektif, seperti fitur, fungsionalitas, harga, dan kemudahan penggunaan, serta faktor subjektif, seperti persepsi mereka terhadap brand berdasarkan pengalaman sebelumnya atau masukan dari pelanggan lain. Sebagai penjual, kamu perlu meyakinkan konsumen bahwa produk atau layanan yang kamu tawarkan lebih unggul dibandingkan dengan alternatif lain yang ada.
4. Proses Membeli (Conversion)
Tahap ini adalah saat konsumen siap untuk melakukan pembelian. Mereka telah memutuskan produk atau layanan mana yang ingin mereka beli dan siap untuk melakukan transaksi. Keputusan ini diambil setelah mereka mengumpulkan semua informasi yang diperlukan dan mendapatkan umpan balik dari pelanggan lain. Sebagai penjual, kamu perlu memastikan bahwa konsumen mengenali nilai dan keunggulan produk atau layanan kamu sehingga mereka memilih untuk membelinya.
5. Evaluasi & Re-purchase
Setelah melakukan pembelian, konsumen akan melakukan evaluasi terhadap pengalaman mereka. Mereka akan mempertimbangkan apakah pembelian tersebut memenuhi harapan mereka dan apakah mereka puas dengan produk atau layanan yang mereka dapatkan. Pada tahap ini, penting bagi kamu untuk memiliki strategi pasca pembelian yang dapat meningkatkan kemungkinan konsumen kembali ke brand kamu di masa mendatang. Melalui tindak lanjut, diskon khusus, atau buletin, kamu dapat terus terlibat dengan konsumen dan mendorong mereka untuk melakukan pembelian kembali. Tujuan kamu adalah membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen dan memastikan kepuasan mereka.
Dalam proses pengambilan keputusan konsumen, kamu perlu memahami setiap tahapan dengan baik dan mengambil langkah yang tepat untuk mempengaruhi konsumen. Dengan memahami kebutuhan dan preferensi konsumen, serta memberikan pengalaman positif dan layanan yang berkualitas, kamu dapat membangun hubungan yang kuat dengan konsumen dan meningkatkan kesetiaan mereka terhadap brand kamu.
Apa saja Faktor yang Mempengaruhi Consumer Decision Making?
Dalam proses pengambilan keputusan konsumen, ada beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan kamu untuk membeli suatu produk. Yuk, kita bahas beberapa faktor yang memengaruhi consumer decision making:
1. Faktor Demografis
Faktor demografis melibatkan data-data populasi yang objektif, terukur, dan mudah diidentifikasi, seperti jenis kelamin, pendapatan, usia, dan status perkawinan. Bisnis harus fokus pada segmentasi pasar yang sesuai dengan faktor-faktor demografis ini, seperti pendapatan, usia, ukuran keluarga, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, alamat, dan jumlah kendaraan yang kamu miliki.
2. Faktor Psikologis
Faktor psikologis berkaitan dengan aspek-aspek batin seseorang. Memahami psikologi konsumen akan membantu kamu merancang strategi pemasaran yang efektif. Misalnya, kamu perlu memahami motif pembelian konsumen, persepsi mereka terhadap suatu produk, tingkat keterlibatan mereka terhadap produk tersebut, dan perilaku konsumen secara keseluruhan.
3. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan mencakup semua karakteristik fisik dan sosial dari dunia sekitar konsumen. Ini meliputi objek fisik seperti barang dan toko, hubungan spasial seperti lokasi pusat perbelanjaan dan penempatan produk di dalam toko, serta faktor sosial seperti opini, keluarga, kelompok referensi, kelas sosial, dan budaya. Lingkungan sekitar dapat memengaruhi preferensi dan keputusan kamu saat berbelanja.
4. Gaya Hidup
Gaya hidup mengacu pada cara hidup individu yang tercermin dalam aktivitas, minat, dan pendapatnya. Variabel gaya hidup diukur dengan mengidentifikasi kegiatan dan minat sehari-hari konsumen. Gaya hidup seseorang dipengaruhi oleh kelompok sosial dan pekerjaannya. Misalnya, keluarga dengan penghasilan ganda (DINKS) yang tinggal di kota metropolitan cenderung sering berbelanja di pusat perbelanjaan besar karena waktu mereka terbatas. Mereka juga mencari hiburan saat berbelanja di akhir pekan. Di sisi lain, mereka memiliki tingkat pembelanjaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan keluarga dengan penghasilan tunggal.
Dalam menghadapi faktor-faktor ini, penting bagi bisnis untuk memahami dan mempertimbangkan preferensi dan kebutuhan konsumen. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen, kamu dapat merancang strategi pemasaran yang tepat, menyediakan produk yang sesuai dengan preferensi mereka, dan membangun hubungan yang kuat dengan konsumen. Dengan demikian, kamu dapat meningkatkan peluang untuk menarik konsumen, memperluas pangsa pasar, dan mencapai kesuksesan dalam bisnis kamu.
Menghubungkan Consumer Decision Making dengan Woowa CRM: Strategi Pemasaran yang Efektif untuk Bisnis Anda
Dalam kesimpulan, penting bagi bisnis untuk memahami Consumer Decision Making, yang melibatkan faktor-faktor seperti demografi, psikologi, lingkungan, dan gaya hidup dalam pengambilan keputusan konsumen. Dengan memahami faktor-faktor ini, bisnis dapat merancang strategi pemasaran yang tepat untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan mencapai kesuksesan.
Dalam konteks ini, Woowa CRM sebagai Aplikasi Customer Relationship Management dapat memberikan solusi yang efektif. Woowa CRM mengintegrasikan langsung dengan web.whatsapp, memperluas kemampuan pelayanan pelanggan. Dengan menggunakan Woowa CRM, bisnis dapat mengoptimalkan pengalaman pelanggan, meningkatkan repeat order, dan memperkuat hubungan dengan pelanggan.
Woowa CRM memberikan kelebihan dalam mengelola interaksi pelanggan melalui web.whatsapp dengan fitur-fitur canggihnya. Hal ini memungkinkan bisnis untuk memberikan pelayanan pelanggan yang sangat personal, menawarkan diskon dan promosi menarik, serta terus meningkatkan kualitas produk dan inovasi. Dengan Woowa CRM, bisnis dapat memaksimalkan pengalaman pelanggan dan menciptakan hubungan yang kuat, yang pada gilirannya akan meningkatkan kepuasan pelanggan dan loyalitas.
Jadi, dengan menerapkan Woowa CRM sebagai alat Customer Relationship Management, bisnis dapat mengoptimalkan hubungan pelanggan dan meningkatkan repeat order. Woowa CRM membantu bisnis dalam mengelola interaksi pelanggan dengan lebih efektif, memberikan pengalaman yang personal, dan menciptakan peluang untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
