Instagram itu bukan cuma galeri foto produk aesthetic.
Pastinya selalu ada customer yang nge-DM buat nanyain produk, kan? Tapi yang bikin bingung kadang kalau di arahkan ke WA mereka maunya tanya-tanya dulu di DM.
Kadang, malah sampai kita kehilangan momen closing karena ini.
Padahal… kalau kamu paham teknik closing cepat, obrolan santai di DM bisa berubah jadi transaksi. Disini kita akan bahas pola itu!
Kenapa DM Instagram Butuh Strategi Closing Sendiri?
Berbeda dengan marketplace yang udah siap tempur di bagian checkout,
Instagram itu ruang ngobrol. Orang bisa tanya-tanya dulu,
nge-like produk, tapi belum tentu niat beli.
Nah, tugas kamu adalah membaca sinyal, lalu mengeksekusi penawaran secara smooth tanpa maksa, tapi tetap mengarahkan.
Makanya butuh teknik khusus yang bukan cuma jago promosi, tapi juga jago ngebaca ritme pelanggan.
Baca juga: Strategi Penjualan di Instagram Jadi Mesin Uang—Ini Triknya!
1. Sambut dengan Ramah
Kesalahan paling sering itu… bales chat pakai template kaku:
“Format pemesanan: Nama – Alamat – Jumlah – Produk.”
Padahal, pelanggan itu masuk DM dengan rasa penasaran. Jadi sambut dulu pakai kalimat yang hangat:
“Hai Kak, makasih udah mampir ke IG kami! Ada yang bisa aku bantu?”
Ini sederhana, tapi langsung bikin suasana jadi lebih akrab.
2. Gali Kebutuhan Mereka
Jangan buru-buru jualan. Cari tahu dulu mereka lagi butuh apa.
Misalnya kamu jual skincare:
“Boleh tau concern kulit Kakak saat ini? Biar aku bantu pilihkan yang cocok.”
Dengan cara ini, pelanggan merasa didengarkan, bukan cuma dijualin.
3. Tawarkan Solusi
Setelah tahu kebutuhannya, baru deh kamu arahkan ke produk atau layanan yang pas.
Contoh:
“Kalau Kakak punya kulit sensitif dan kusam, kami rekomendasikan serum X karena formulasinya ringan dan ada kandungan AHA alami.”
Gunakan kalimat bantu, bukan dorong. Ini bikin kamu terlihat seperti konsultan, bukan tukang jualan.
4. Tambah Bukti Nyata
Pelanggan butuh keyakinan. Jadi setelah kasih solusi, tambahkan bukti:
-
Testimoni pelanggan sebelumnya
-
Foto before-after
-
Story highlight hasil pemakaian
Contoh:
“Ini kak hasil pelanggan kami setelah 3 minggu pakai. Udah aku simpan juga di highlight ‘Real Story’ ya!”
Bukti seperti ini lebih meyakinkan daripada sekadar klaim.
Baca juga: Stop Berharap! Gunakan Teknik Closing Terampuh Ini untuk Kepastian Penjualan
5. Kasih CTA yang Jelas
Setelah mereka percaya, jangan bingungin mereka dengan pilihan tak terbatas.
Langsung kasih CTA (call to action) yang jelas:
“Mau aku bantu proseskan pesanan Kakak sekarang? 😊”
“Kalau Kakak setuju, aku kirim invoice dulu ya?”
Atau kalau masih ragu:
“Kalau Kakak mau konsultasi lebih lanjut, boleh drop nomor WA ya. Biar lebih enak ngobrolnya.”
CTA yang jelas itu bantu mereka ambil keputusan cepat, dan kamu pun bisa closing lebih efektif.
Closing Cepat Butuh Sistem Rapi
Teknik boleh jago, tapi kalau datanya amburadul, tetap susah buat follow up atau retarget dengan tepat.
Makanya, setelah closing di Instagram, langsung amankan datanya ke CRM, biar:
✅ Kamu bisa follow up di WhatsApp
✅ Bisa tracking histori chat dan pembelian
✅ Gak ribet simpan kontak satu per satu
Mulai pake tools kayak Woowa CRM
Bisa langsung integrasi dengan WhatsApp dan bantu kamu konversi lebih cepat tanpa kehilangan lead satu pun.
Ingat, closing itu bukan soal maksa orang beli. Tapi soal bantu mereka ambil keputusan dengan cara yang nyaman, cepat, dan tepat.
👉 Cobain Woowa CRM sekarang dan rasakan bedanya!
