Pemasaran email newsletter udah lama jadi senjata utama dalam dunia digital marketing. Tapi, meski terdengar sederhana, banyak banget brand yang masih sering melakukan kesalahan yang bikin newsletter mereka gak efektif. Padahal, meskipun sudah disusun dengan hati-hati, bisa jadi email kamu malah terjebak di folder spam atau diabaikan begitu saja.
Penasaran apa aja kesalahan yang sering dilakukan?
Langsung aja kita bahas, biar email marketing kamu jadi lebih powerful dan gak cuma jadi folder kosong di inbox pelanggan.
1. Subjek Email yang Membosankan
Sebelum pembaca buka email, mereka pasti bakal lihat subject line. Ini adalah kesan pertama yang bakal ditangkap. Kalau subject-nya gak menarik, ya… siap-siap aja email kamu cuma jadi angka statistik di laporan open rate.
Jangan cuma nulis subjek garing kayak:
“Promo Terbaru dari Kami” atau “Informasi Produk Baru”.
Itu udah kebanyakan dipakai dan gak ada bedanya dari ratusan email lainnya.
Coba ubah jadi lebih catchy dan langsung kasih tau manfaatnya.
Contoh:
-
“Dapatkan Diskon 50% untuk Produk Favoritmu Hari Ini Saja!”
-
“Buka Untuk Tahu Cara Hemat Belanja di Toko Kami!”
Pastikan subjeknya menarik dan membuat penasaran agar penerima merasa harus klik buat tahu lebih lanjut.
Baca juga: Bukan Hanya Menjual, Tapi Membentuk Pasar: Strategi Penjualan Produk Pertanian yang Berbeda
2. Terlalu Banyak Teks, Kurang Visual
Bayangin, kamu lagi buka email, terus disambut dengan paragraf panjang lebar tanpa gambar atau ilustrasi apa pun.
Gak enak dibaca, kan?
Email newsletter itu bukan buku novel yang harus dibaca dari awal sampai akhir.
Gunakan format yang mudah dibaca:
-
Paragraf pendek
-
Poin-poin penting
-
Gambar atau ilustrasi yang mendukung
Dan pastikan ada CTA (Call to Action) yang jelas di akhir email. Jangan cuma kirim informasi mentah, tapi beri mereka arah untuk bertindak setelah membaca.
3. Kirim Terlalu Sering atau Terlalu Jarang
Ini nih yang bikin banyak orang kesal. Kalau kamu ngirim email newsletter tiap hari, pasti yang terima bakal bosan dan merasa terganggu. Over-emailing malah bisa bikin mereka unsubscribed (keluar dari langganan).
Tapi kalau kamu jarang ngirimnya, malah bisa lupa. Branding kamu bakal hilang dari ingatan mereka, dan kemungkinan untuk closing sales jadi rendah.
Solusinya? Tentukan jadwal yang konsisten, seperti mingguan atau bulanan.
Ingat, kualitas lebih penting daripada kuantitas. Kalau kamu ngirim newsletter yang bermanfaat, pelanggan pasti nungguin.
4. Tidak Mengoptimalkan Email untuk Mobile
Sekarang, siapa sih yang gak buka email lewat smartphone? Kalau email kamu gak mobile-friendly, itu bakal jadi masalah besar. Lebih dari 60% orang baca email mereka di ponsel, jadi pastikan desain email kamu bisa tampil dengan baik di layar kecil.
Jangan sampai font terlalu kecil, gambar terpotong, atau button CTA gak kelihatan.
Pasti bikin pembaca bingung dan langsung skip email kamu.
Jadi, pastikan desain responsif supaya email kamu enak dibaca di semua perangkat.
5. Mengabaikan Segmentasi dan Personalisasi
Bikin email newsletter yang satu untuk semua orang itu seperti bikin satu masakan untuk semua orang. Gak mungkin semua orang suka rasa pedas, kan? Begitu juga dengan email. Segmentasi audiens sangat penting!
Kamu harus tahu siapa yang kamu kirimkan email.
Pelanggan yang baru membeli produk tertentu akan tertarik dengan informasi yang berbeda dibandingkan dengan pelanggan yang sudah lama tidak berbelanja.
Gunakan data yang sudah ada untuk menyesuaikan isi email. Misalnya:
-
Kirimkan email tentang penawaran khusus untuk pelanggan lama.
-
Tawarkan produk yang relevan dengan pembelian terakhir mereka.
-
Atau buat promo khusus berdasarkan preferensi mereka.
Membuat konten yang disesuaikan dengan kebutuhan audiens adalah cara ampuh untuk meningkatkan keterlibatan dan memperbesar peluang konversi.
Pemasaran Email yang Efektif Itu Gak Sulit
Pemasaran email newsletter yang sukses itu gak perlu ribet.
Cukup hindari kesalahan-kesalahan umum kayak subjek yang membosankan, terlalu banyak teks, pengiriman terlalu sering, dan email yang gak mobile-friendly. Plus, segmentasi dan personalisasi adalah cara jitu untuk membuat emailmu lebih berdaya dan mengundang aksi.
Tapi, kalau kamu masih bingung gimana cara mengelola email dan follow-up secara otomatis, dan pastinya gak mau repot, Woowa CRM siap membantu kamu!
Dengan Woowa CRM, semua email dan follow-up otomatis bisa terorganisir dengan rapi, bikin sales kamu lebih terkontrol, dan tentunya, omset bisnis bisa meroket dengan data yang sudah ada.
Gak perlu lagi manual follow-up satu-satu, biarkan Woowa CRM yang kerja keras buat kamu!
