7 kesalahan riset pemasaran yang perlu Anda perhatikan dan hindari, apa saja itu? Blog Woowa CRM akan mengulasnya di sini.
Apakah Anda sedang memulai bisnis atau ingin mengembangkan bisnis Anda, riset pemasaran adalah langkah pertama yang penting.
Riset pemasaran adalah kegiatan usaha untuk mencari data atau informasi tentang tujuan, strategi, resiko dan segala hal yang berkaitan dengan pemasaran.
Dengan melakukan riset pemasaran, pemilik bisnis akan menemukan ceruk tersembunyi yang mengarah pada lebih banyak peluang bisnis.
Anda juga dapat mempelajari tentang pesaing Anda dan mengidentifikasi tren yang memengaruhi penjualan dan profitabilitas.
Bila dilakukan dengan benar, Anda akan memiliki data berharga yang berguna untuk pertumbuhan bisnis.
Namun, terkadang pelaksanaan riset pemasaran bukannya tanpa kesalahan, sehingga data yang diperoleh tidak valid.
Hindari 7 Kesalahan Riset Pemasaran Ini!
Lihat kesalahan umum saat melakukan riset pemasaran di bawah ini agar Anda dapat menghindarinya.
1. Menghabiskan Banyak Biaya
Bob Carden, pakar riset pemasaran dan penulis Riset Pemasaran Gerilya, mengatakan tantangan yang dihadapi pemilik usaha kecil saat melakukan riset adalah biayanya yang mahal.
Pemikiran seperti itu akhirnya mengubur rencana untuk melakukan riset pasar.
Selain itu, masalah lainnya adalah menghabiskan banyak uang untuk menyewa lembaga penelitian yang berjanji akan menyediakan semua data yang dibutuhkan.
Bahkan jika Anda menyisihkan waktu dan tertarik untuk meriset pasar, Anda bisa melakukan riset sendiri dengan biaya yang relatif terjangkau.
Studi ini juga mungkin lebih valid. Karena Anda bisa melihat sendiri bagaimana narasumber menjawab semua pertanyaan Anda.
Saat memilih untuk menggunakan institut, luangkan sedikit waktu untuk mencari institut yang terjangkau.
Jika Anda lebih sabar, Anda bisa menemukan lembaga penelitian dengan harga dan kualitas terbaik.
2. Tidak Memiliki Tujuan yang Jelas
Bisnis harus mengetahui tujuan melakukan riset pemasaran.
Dengan mengetahui hal-hal dasar tersebut, Anda akan mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan dan pertanyaan apa yang harus diajukan untuk mengumpulkan data atau informasi yang relevan.
Anda juga dapat menentukan siapa yang cocok diwawancarai.
Jika Anda melakukan penelitian pada responden yang salah, seluruh analisis Anda bisa saja salah.
Jadi yang terbaik adalah memastikan Anda menentukan tujuan Anda sejak awal.
3. Mengandalkan Sedikit Data
Salah satu kesalahan dalam riset pemasaran adalah mengandalkan sejumlah kecil data.
Data yang harus Anda dapatkan dari penelitian Anda datang dalam dua bentuk, primer dan sekunder.
Data mentah adalah data yang diperoleh langsung dari lapangan.
Pengumpulan data ini biasanya dilakukan melalui observasi, diskusi kelompok terarah atau survei.
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari penelitian yang dipublikasikan seperti buku, artikel, jurnal, dll.
Gabungkan kedua jenis data untuk mendapatkan informasi maksimal.
Karena jika satu jenis data seringkali tidak cukup untuk memahami masalah yang dihadapi.
Data sekunder akan membantu Anda merumuskan pertanyaan, membuat tujuan penelitian menjadi lebih spesifik, menjadi pertanyaan referensi, dan banyak lagi.
Gunakan data sekunder ini untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin tentang prospek, pasar, dan pesaing Anda.
4. Fokus Pada Angka dan Grafik
Gambar dan grafik dapat menjadi referensi untuk dinamika permintaan konsumen saat ini.
Tapi jangan terlalu terpaku pada angka dan grafik.
Salah satu kesalahan riset pemasaran adalah terlalu fokus pada angka dan grafik.
Data kualitatif yang diperoleh melalui wawancara atau cerita responden juga dapat digunakan.
Dengan mendengarkan penjelasan narasumber, Anda akan menemukan banyak fakta tentang apa yang sebenarnya mereka butuhkan.
5. Kesalahan Riset Pemasaran: Fokus kepada Orang Terdekat
Orang-orang terdekat Anda, seperti keluarga atau teman, memanglah yang paling siap mencari bantuan, termasuk sebagai responden riset pasar.
Namun memilih orang terdekat sebagai responden merupakan kesalahan dalam riset pemasaran.
Karena orang terdekat ini biasanya bukan target pasar yang tepat dan hanya ingin melindungi perasaan Anda.
Oleh karena itu, mereka cenderung menjawab pertanyaan riset pemasaran hanya dengan istilah yang baik.
Anda perlu menemukan pelanggan nyata dan berdiskusi dengan mereka pro dan kontra dari apa yang Anda tawarkan.
Mintalah keluarga dan teman untuk menjadi penyedia dukungan, bukan responden riset pasar.
Kesalahan riset pemasaran ini sebaiknya dihindari.
6. Mengasumsikan Sendiri
Untuk mendapatkan data yang benar-benar Anda butuhkan, jangan mengambil asumsi pribadi untuk hasil yang mutlak.
Biasanya hal ini dilakukan agar usaha yang dijalankan berjalan sesuai dengan yang diinginkan, atau untuk meyakinkan diri sendiri bahwa usaha akan berjalan dengan lancar.
Berhati-hatilah saat mengajukan pertanyaan dan melakukan analisis.
Cari lebih banyak pilihan untuk menafsirkan dan memahami apa yang dijelaskan responden.
Cobalah untuk tidak menganggap serius asumsi Anda sendiri saat mengumpulkan dan memproses data primer dan sekunder.
Hindari Kesalahan Riset Pemasaran Ini Jika Anda Ingin Hasil Hebat
7. Tidak Menghargai Waktu Responden
Anda mungkin menganggap penelitian Anda sangat penting dan meminta orang untuk menginvestasikan waktu mereka, tanpa menyadari bahwa penelitian mereka sama berharganya.
Dalam penelitian, hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah keseimbangan.
Ini berlaku tidak hanya untuk data yang dikumpulkan, tetapi juga untuk sikap responden.
Salah satu alasan utama mengapa penelitian menerima tingkat respons yang rendah adalah karena menilai waktu responden secara tidak adil.
Responden memberi Anda waktu, dan Anda harus memberikan kompensasi terhadap waktu itu.
Kesimpulan
Dengan mengetahui kesalahan umum dalam riset pemasaran, Anda akan lebih berhati-hati dalam mendapatkan data yang valid.
Selain melakukan riset pemasaran agar bisnis Anda dapat terus berkembang, Anda juga perlu menganalisis kesehatan bisnis Anda.
Analisis kesehatan bisnis Anda dengan melihat proses pelayanan customer service yang ada dalam berbagai jenis dan format.
Mudah melakukan analisis keuangan bisnis dengan laporan keuangan dalam aplikasi CRM dari Woowa CRM.
Lihat kemudahan dan fitur lain yang ditawarkan oleh aplikasi CRM di sini.
